SIT Zam-Zam – Seluruh guru di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Zam-Zam mengikuti Pelatihan Metode Ummi yang diselenggarakan bekerja sama dengan Ummi Foundation selama tiga hari di Zam-Zam Center selama tiga hari pada 19, 20, 21 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Ustazah Aulia dan Ustadz Qomar, sebagai trainer yang memberikan penguatan kompetensi guru dalam pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK IT Zam-Zam, SD IT Zam-Zam, SMP IT Zam-Zam, hingga SMA IT Zam-Zam. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para guru dan pembina dari seluruh cabang Tahfizul Qur’an Zam-Zam, di antaranya Zam-Zam Belawa, Zam-Zam Makassar, Barru serta cabang-cabang lainnya. Kehadiran seluruh unit pendidikan dan lembaga tahfiz ini menjadi wujud komitmen Yayasan Zam-Zam dalam membangun standar pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas dan berkesinambungan.

Dalam penyampaiannya, Ustazah Aulia menjelaskan bahwa kata “Ummi” berarti ibu. Filosofi tersebut menjadi dasar pendekatan Metode Ummi, yaitu mengajarkan Al-Qur’an sebagaimana seorang ibu mengajarkan bahasa kepada anaknya: penuh kasih sayang, sabar, bertahap, serta dilakukan melalui pengulangan yang alami dan konsisten. Pendekatan inilah yang menjadikan pembelajaran Al-Qur’an lebih mudah dipahami oleh peserta didik sejak usia dini.

“Metode Ummi adalah metode yang mudah, menyenangkan, dan mampu menyentuh hati anak-anak. Guru tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang penuh kasih sayang sehingga anak merasa nyaman dan termotivasi untuk terus belajar,” ungkap Ustazah Aulia di hadapan para peserta.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tujuh program dasar Metode Ummi yang menjadi sistem penjaminan mutu pembelajaran Al-Qur’an, yaitu Tashih, Tahsin, Sertifikasi Guru Al-Qur’an, Coaching, Supervisi, Munaqasyah, dan Khataman. Ketujuh program tersebut dirancang agar proses pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga memiliki standar kualitas yang terukur.

Melalui sistem tersebut, guru didorong untuk menjadi pendidik Al-Qur’an yang profesional, kompeten, dan memiliki sertifikasi sesuai standar Ummi Foundation. Dengan demikian, proses pembelajaran Al-Qur’an di setiap unit pendidikan Zam-Zam diharapkan berlangsung secara seragam, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi yang mencintai serta mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Pelatihan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis, tetapi juga mengikuti praktik pembelajaran, simulasi mengajar, serta diskusi mengenai berbagai tantangan dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada peserta didik sesuai karakteristik usia mereka.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Zam-Zam berharap seluruh guru semakin meningkatkan kompetensi dalam membimbing peserta didik membaca Al-Qur’an dengan metode yang efektif, menyenangkan, dan berorientasi pada mutu. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen SIT Zam-Zam untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang unggul dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.