SIT Zam-Zam – Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SIT Zam-Zam jenjang SMP IT Zam-Zam dan SMA IT Zam-Zam kembali menghadirkan materi-materi yang berfokus pada pembentukan karakter, adab, pengembangan potensi diri, serta pembiasaan budaya positif. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026 di Aula Mina SIT Zam-Zam ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru jenjang SMP IT dan SMA IT Zam-Zam.

Materi pertama bertajuk Pembinaan Karakter disampaikan oleh Asmiati, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para peserta didik untuk membangun karakter mulia dengan meneladani para ulama dan cendekiawan Islam yang telah memberikan kontribusi besar bagi peradaban dunia.

“Salah satu tokoh yang diangkat adalah Imam Al-Ghazali, seorang ulama besar yang rela meninggalkan kemewahan dan kedudukan duniawi demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau memilih memperbanyak ibadah, bermuhasabah, dan mengasingkan diri dari hiruk-pikuk dunia untuk memperbaiki keikhlasan serta memperdalam ilmu. Dari proses tersebut lahirlah karya monumentalnya, Ihya Ulumuddin, sebuah kitab yang hingga kini menjadi rujukan umat Islam dalam membangun akhlak, ibadah, dan kehidupan”. Dirinya berharap Siswa-Siswi mau mencontoh Al-Ghazali untuk meninggalkan dunia luar yang gemerlab dan fokus belajar adab dan ilmu di SIT Zam-Zam.

Peserta didik juga diajak mengenal sosok Ibnu Sina, ilmuwan muslim yang dikenal luas sebagai ahli kedokteran, fisika, kimia, astronomi, filsafat, dan berbagai cabang ilmu lainnya. Di balik keluasan ilmunya, Ibnu Sina tetap menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dan ilmu agama. Sejak usia muda beliau telah menghafal Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Melalui teladan Ibnu Sina, peserta didik diajak memahami bahwa seorang muslim mampu menjadi ahli di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Selain itu, Asmi, menekankan pentingnya adab sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu. Beliau mengisahkan salah seorang murid Imam Malik yang menghabiskan waktu sekitar delapan belas tahun untuk mempelajari adab dan hanya dua tahun mempelajari ilmu. Bahkan, murid tersebut pernah mengungkapkan bahwa seandainya waktu dapat diulang, ia ingin menggunakan seluruh dua puluh tahun itu untuk mempelajari adab, karena dengan adab seseorang akan mampu memanfaatkan ilmu secara benar dan membawa keberkahan bagi dirinya maupun orang lain. “Teknologi seperti Internet, Google, AI, lebih luas ilmu dan pengetahuannya dibanding guru, tapi dalam hal contoh adab dan karakter AI tidak bisa menggantikan sosok guru,” ujarnya.

Materi kedua disampaikan oleh Misbah Zamil Zam dengan tema Mengenal Keterampilan Diri (Ekstrakurikuler). Pada sesi ini, peserta didik diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di SIT Zam-Zam sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, minat, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama. Peserta didik didorong untuk aktif mengikuti kegiatan sesuai potensi yang dimiliki agar mampu berkembang secara optimal, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Selanjutnya, materi ketiga bertema Memperdalam Kebiasaan (Habitat) melalui 7 KHAI disampaikan oleh Nurul Amailah, S.Pd. Materi ini mengajak peserta didik memahami pentingnya membangun kebiasaan-kebiasaan positif sebagai bagian dari karakter seorang pelajar muslim. Melalui penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam 7 KHAI, peserta didik diharapkan mampu membentuk disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta budaya hidup yang selaras dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui rangkaian materi pada hari keempat ini, SIT Zam-Zam berharap peserta didik tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, adab yang mulia, semangat menuntut ilmu, serta kemampuan mengembangkan potensi diri sebagai bekal menjadi generasi muslim yang berprestasi dan berakhlak Qurani (adm).